
Akan ada titik pusat dari setiap relasi dan cerita kami berpusat dari perbincangan singkat di tempat duduk ruangan guru SMA Kr. Eben Haezar Manado pada “15 Januari 2019”. Frina yang baru pertama masuk dan belum mengenal siapapun tanpa sengaja duduk dikursi kosong yang ternyata tempatnya Welem. Sebuah helm yang tertinggal ditempat duduk Welem menjadi alasan yang tak pernah disangka, seolah disaat yang tak terduga semesta mengatur skenario terbaik untuk mempertemukan dua guru yang saling menatap kebingungan dalam satu garis waktu. Berlanjut tatapan curi pandang yang dipertemukan hampir setiap hari karena pekerjaan, membuat yang awalnya terasa malu berubah menjadi keinginan yang kuat untuk selalu merasakan kehadiran, merasa nyaman dan dimengerti, sehingga tanpa disadari keinginan itu menjadi halaman pertama dari cerita yang kini sedang kami rangkai bersama.



